Sunday, 10 August 2014
Sejarah Krupuk Rambak Tradisional di Pegandon
Rambak menjadi salah satu komoditi makanan ringan berupa kerupuk yang terbuat dari kulit baik sapi, kerbau bahkan ada kulit ikan laut. di Kendal, krupuk rambak sudah dikenal sejak tahun 70 an. waktu itu di desa penaggulan, kecamatan pegandon kebupaten Kendal ada seorang pedagang sapi / (juragan sapi) yang tiap hari menyembelaih sapi lebih dari 10 ekor. dari 10 ekor sapi banyak sekali kulit, ada 40 kaki dan dapat memenuhi permintaan pasar, karena diwilayah pegandon waktu itu daging menjadi prioritas jual belinya, maka kulit dan kaki tidak terurus dengan baik...Ibu Fatimah namanya... istri dari juragan sapi, melihat banyaknya kaki sapi tersebut memiliki ide bagaimana kalo kaki sapi ini bisa dimanfaatkan, akhirnya beliau mengambili otot2 kaki sapi untuk di buat makanan, setelah diambili, lalu dijemurlah otot2 tersebut, setelah kering.. dimasak dengan air segar dikasih sedikit asem dengan api yang stabil dengan waktu 24 jam (ungkep:istilah jawa)setelah itu ditiriskan dan bisa disimpan dalam waktu yang lama (tahunan) atau langsung bisa digoreng.
Dalam perjalananya, Juragan sapi tersebut banyak yang membantu yang berasal dari para tetangga dan kerabat maka diajarkanlah ilmu tapi kepada beberapa kerabat dan tetangganya untuk membuat rambak dengan bahan yang lain sampai sekarang dengan bahan kulit sapi, kerbau bahkan kulit ikan. .
Mohon maaf apabila mengkisahkan ada kekeliruan karena sempitnya sumber informasi.
Subscribe to:
Comments (Atom)